SELAMAT DATANG PARA SUPORTER PSMS MEDAN

SELAMAT DATANG PARA SUPORTER PSMS MEDAN

ANDA HORMAT KAMI SEGAN ,JIKA ANDA KURANG AJAR KAMI RIBAK SUDE ANDA!!!!!

PSMS MEDAN NEVER DIE!!!!
Loading...

Entri Populer

Sabtu, 13 November 2010

Jaga Laga Perdana

Jaga Laga Perdana

MEDAN- Pihak PSMS mulai memata-matai Persitara, bakal lawan perdana mereka di Divisi Utama musim ini. Tentu tak cukup hanya mematai-matai, Kurniawan dkk tetap menggeber latihan demi mengamankan tiga poin di kandang sendiri.

Ya, laga perdana yang dijadwalkan Jumat (19/11) itu akan digelar di Stadion Teladan Medan. Tentu saja tiga angka harus jadi target. Beruntung proses latihan selama ini sudah menunjukkan tanda-tanda kemajuan.

Lini depan yang dinilai masih tumpul mulai tajam. Pemain depan yang ada sudah mulai menunjukkan performanya di ajang uji coba yang digelar selama ini. Termasuk Kurniawan Dwi Julianto. Pemain senior ini mulai terbiasa dengan gaya bermain PSMS. Ketajamannya sudah agak teruji, meski hanya di ajang uji coba.

“Tim sudah padu. Proses latihan selama ini sudah berjalan lancar,” kata Suyono asisten pelatih PSMS Jumat (12/11). “Tapi kami juga sudah mulai melirik kekuatan lawan. Ini terus kami koordinasikan dengan beberapa pihak. Gambaran awal baru dari Bang Benny (asisten manajer- Red). Dia bilang Persitara mayoritas diperkuat pemain lama dan pemain muda,” sambungYono.

Meski di atas kertas tampaknya PSMS bakal mulus meraih tiga angka, PSMS tak boleh lengah begitu saja. Berbagai faktor masih bisa terjadi. Sebut saja nonteknis. “Yang kita fokuskan adalah kesiapan tim dahulu. Dan syukur kita mengalami kemajuan berarti,” lanjut Yono.

Sementara itu, sejak bergabung di PSMS, Gaston Castano yang berlabel penyerang asing, tak kunjung memberikan kontribusi maksimal. Memang, sejauh ini penilaian masih dalam tahap uji coba. Namun ketika pemain lain di lini depan sudah mencetak gol demi gol, tidak halnya dengan Gaston. Ia masih tumpul.

Menyikapi hal ini, jajaran pelatih masih bersabar. Sebab Gaston pernah berujar kepada manajemen dan pelatih, bahwa dia akan memberikan kemampuan sebenarnya di kompetisi resmi, bukan di ajang uji coba.
“Ya kita bersabar saja. Kalau memang dia akan main bagus di kompetisi, ya kita tunggu. Kami yakin dia bisa,” kata Yono.

Hal serupa pernah diucapkan Idris SE Sekum PSMS dan asisten manajer, Benny Tomasoa. Semua pihak termasuk fans PSMS, masih bersabar menanti kemampuan kekasih artis Julia Perez tersebut. “Kita menanti keprofesionalan pemain asing saja. Kita lihat saja hingga waktunya,” sebut Benny.

Jaga Laga Perdana

Jaga Laga Perdana

MEDAN- Pihak PSMS mulai memata-matai Persitara, bakal lawan perdana mereka di Divisi Utama musim ini. Tentu tak cukup hanya mematai-matai, Kurniawan dkk tetap menggeber latihan demi mengamankan tiga poin di kandang sendiri.

Ya, laga perdana yang dijadwalkan Jumat (19/11) itu akan digelar di Stadion Teladan Medan. Tentu saja tiga angka harus jadi target. Beruntung proses latihan selama ini sudah menunjukkan tanda-tanda kemajuan.

Lini depan yang dinilai masih tumpul mulai tajam. Pemain depan yang ada sudah mulai menunjukkan performanya di ajang uji coba yang digelar selama ini. Termasuk Kurniawan Dwi Julianto. Pemain senior ini mulai terbiasa dengan gaya bermain PSMS. Ketajamannya sudah agak teruji, meski hanya di ajang uji coba.

“Tim sudah padu. Proses latihan selama ini sudah berjalan lancar,” kata Suyono asisten pelatih PSMS Jumat (12/11). “Tapi kami juga sudah mulai melirik kekuatan lawan. Ini terus kami koordinasikan dengan beberapa pihak. Gambaran awal baru dari Bang Benny (asisten manajer- Red). Dia bilang Persitara mayoritas diperkuat pemain lama dan pemain muda,” sambungYono.

Meski di atas kertas tampaknya PSMS bakal mulus meraih tiga angka, PSMS tak boleh lengah begitu saja. Berbagai faktor masih bisa terjadi. Sebut saja nonteknis. “Yang kita fokuskan adalah kesiapan tim dahulu. Dan syukur kita mengalami kemajuan berarti,” lanjut Yono.

Sementara itu, sejak bergabung di PSMS, Gaston Castano yang berlabel penyerang asing, tak kunjung memberikan kontribusi maksimal. Memang, sejauh ini penilaian masih dalam tahap uji coba. Namun ketika pemain lain di lini depan sudah mencetak gol demi gol, tidak halnya dengan Gaston. Ia masih tumpul.

Menyikapi hal ini, jajaran pelatih masih bersabar. Sebab Gaston pernah berujar kepada manajemen dan pelatih, bahwa dia akan memberikan kemampuan sebenarnya di kompetisi resmi, bukan di ajang uji coba.
“Ya kita bersabar saja. Kalau memang dia akan main bagus di kompetisi, ya kita tunggu. Kami yakin dia bisa,” kata Yono.

Hal serupa pernah diucapkan Idris SE Sekum PSMS dan asisten manajer, Benny Tomasoa. Semua pihak termasuk fans PSMS, masih bersabar menanti kemampuan kekasih artis Julia Perez tersebut. “Kita menanti keprofesionalan pemain asing saja. Kita lihat saja hingga waktunya,” sebut Benny.

Tiket Mulai Rp20 Ribu

Tiket Mulai Rp20 Ribu


Panitia Pelaksana (Panpel) Pertandingan PSMS Medan Musim 2010/2011, menetapkan harga tiket nonton PSMS di Teladan mulai Rp20 ribu hingga Rp75 ribu. Hal itu terungkap usai pengurus menggelar rapat di Stadion Kebun Bunga Jumat (12/11) kemarin.

Secara rinci, harga tiket termurah adalah Rp10 ribu. Tapi itu untuk dua kubu fans PSMS, SmeCK Hooligan dan PSMS Medan Fans Club. Sedangkan penonton umum yang ingin nonton di tribun terbuka, harus beli tiket Rp20 ribu. Untuk tribun tertutup, harga tiket dibandrol Rp50 ribu. Sedangkan tempat duduk VIP dibandrol Rp75 ribu.

Sedangkan penetapan jumlah tiket bagi suporter, akan dicetak 3 ribu tiket. Jumlah itu disepakati untuk kedua barisan suporter dalam satu pertandingan. Jumlah itulah yang dapat jatah diskon.

“Disepakati, tiket untuk supporter akan disiapkan sebanyak 3 ribu lembar. Untuk suporter, tiket akan dicetak berwarna hijau dan tidak bisa dipakai oleh penonton umum. Kami akan memperketat penjagaan untuk itu,” ujar Ketua Panpel Pertandingan PSMS Idris pada rapat kemarin.

Selain itu, menghindari banyaknya beredar tiket palsu pada saat pertandingan, panpel juga akan mencetak tiket jenis baru yang bisa meminimalisir hal tersebut terjadi. Salah satu percetakan akan digandeng untuk melakukannya.

Di bidang keamanan, AKP Suryanto Herman yang bertugas sebagai koordinator juga memaparkan personel yang dipersiapkan untuk pengamanan pertandingan. “ Kami berharap di bidang keamanan bisa berjalan lebih baik tahun ini,” ujar AKP Suryanto Herman.

Untung Masih Ada APBD

Untung Masih Ada APBD


Untung Masih Ada APBD

Sponsor Belum Jelas

MEDAN-Untuk kali ke sekian, PSMS akan tampil tanpa sokongan dana dari sponsor. Pasalnya, hingga saat ini Ayam Kinantan belum juga deal dengan berbagai perusahaan yang sudah disodori profosal kerja sama. Tak pelak, kenyataan ini membuat PSMS hanya mengandalkan kucuran dari APBD untuk melakoni kompetisi.

Hal ini terungkap melalui pengakuan Sekretaris Umum PSMS Idris SE. Menurutnya, PSMS hingga kini memang sedang mencari sponsor untuk menambah asupan dana dari APBD Kota Medan. Tahapan mendekati sponsor itu dikatakan Idris tengah negosiasi. “Masih nego. Bisa jadi lanjut, bisa jadi putus kalau tak sesuai,” kata Idris Kamis (11/11).
Menurutnya, perusahaan yang dilobi berasal dari lokal Medan dan ada juga perusahaan nasional. Namun, hingga kini belum ada satupun yang deal.

Untuk menopang pembiayaan PSMS sejauh ini, pihaknya beruntung sebab kali ini APBD kembali dibolehkan untuk membiayai klub. Dibanding musim lalu, PSMS sama sekali tak boleh dikucuri dana rakyat tersebut. Namun dikabarkan, APBD yang dikucurkan ke PSMS tidak mencukupi untuk menggelar satu musim kompetisi.
Biaya yang paling besar posnya adalah ketika PSMS harus menggelar away ke klub di Pulau Jawa. Di samping itu, biaya konsumsi pemain menurut Idris juga penting dan tak bisa ditawar-tawar.

Soal gaji pemain juga mendapat sorotan, karena jumlahnya yang sangat besar. “Maka itu kami saat ini tengah nego agar ada tambahan dana dari pihak sponsor,” jelas Idris. “Ada hal-hal menyangkut kebutuhan tim yang tak bisa ditawar-tawar, dan harus disediakan. Seperti konsumsi dengan gizi yang baik,” lanjut pria berkumis itu.
Masalahnya, sponsorship ini tak juga jelas kapan pastinya bakal mengikat PSMS. Sedangkan kompetisi sudah akan dimulai pada Jumat (19/11) mendatang. Maka, bisa jadi PSMS akan tampil polos tanpa embel-embel sponsor sedikitpun di kostumnya. Terlebih, sponsor di bidang kostum juga tidak didapatkan PSMS. Alhasil, The Killer meski menyediakan sendiri kostumnya dengan swadaya.

Sementara itu, persiapan skuad PSMS menghadapi laga perdana melawan Persitara di Stadion Teladan, tampaknya sudah cukup menjanjikan. Untuk memantapkannya, skuad dilatih tanding dengan klub-klub yang kualitasnya di bawah PSMS. Idris mengatakan, persiapan terakhir akan lebih kepada pendekatan kepada para pemain. Dijadwalkan Selasa depan, jajaran pengurus, pelatih dan pemain akan bertemu untuk membulatkan tekad menjadi yang terbaik di ajang yang diikuti.

Sedangkan soal launching klub kebanggan warga Medan ini tampaknya belum dipastikan seutuhnya pada 14 November mendatang. Pasalnya, Stadion Teladan yang direncanakan jadi venue peluncuran, bakal dipakai untuk even olahraga. “Launching belum pasti tanggal 14, bisa jadi tanggal 15, kita lihat perkembangan terakhir nanti,” katanya.

Panpel Wacanakan Hapus Tiket Gratis

Panpel Wacanakan Hapus Tiket Gratis


Panpel Wacanakan Hapus Tiket Gratis

Panitia Pelaksana (Panpel) PSMS di Divisi Utama menggelar rapat perdana, Selasa (9/11) lalu. Banyak hal dibahas demi kesiapan PSMS menggelar laga kandang. Termasuk soal tiket.

Dikabarkan, Panpel tidak akan mengeluarkan tiket complement (gratisan) dan menggantinya dengan kartu pengenal. Selama ini tiket complement diberikan kepada keluarga pemain, pelatih, pengurus, dan sebagainya. Nah, hal diwacanakan sebab soal tiket kerap terjadi kecurangan.

Ada juga masukan yang diberikan peserta rapat, seperti menyamakan harga tiket antara penonton umum maupun klub fans pencinta PSMS Medan. Seperti yang disampaikan Koordinator Bidang Keamanan, AKP H Suryanto Herman. Dia menyatakan, pembedaan harga tiket bagi fans membuat rentan terjadi kecurangan. “Beberapa kejadian kami jumpai musim lalu, tiket untuk fans yang lebih murah dijual kembali oleh oknum-oknum tertentu kepada agen untuk dijual kembali kepada penonton umum,” kata Herman.

Panpel berencana untuk mencetak tiket sendiri bagi dua klub fans PSMS agar kejadian tersebut tak terulang. “Tapi itu semua akan dirembukkan lagi, kami juga nanti akan meminta masukan kepada dua klub penggemar PSMS (SMeCK Hooligans dan PMFC),” kata Idris Sekum PSMS yang juga merangkap Ketua Panpel dan manajer tim.

Borong Dua Gol

Borong Dua Gol


Borong Dua Gol

Kalahkan Yedija FC 6-0

MEDAN-PSMS berhasil mengandaskan perlawanan Yedija FC pada laga uji coba di Stadion Teladan Rabu (10/11) malam. PSMS berhasil mencukur klub amatir tersebut dengan skor besar 6-0. Menariknya, ada tiga pemain yang menciptakan masing-masing dua gol.

Ketiga pemain yang dimaksud adalah Kurniawan Dwi Yulianto, Zulkarnaen, dan Jose Sebastian. Melihat posisi ketiga pemain tersebut, hanya Kurniawan yang murni seorang striker. Zulkarnaen dan Sebastian tak lain pemain tengah. Nah, pertanyaannya, kemana Gaston Castano? Apakah dirinya tak iri dengan Kurniawan yang sudah mulai terbiasa membuat gol, borong dua gol pula. Sejatinya, kekasih Julia Perez tersebut diturunkan dalam laga itu. Sayang, dirinya tak mampu memaksimalkan peluang.

Masalah lini depan PSMS memang masih menjadi sorotan. Sepanjang PSMS gelar uji coba, penghuni lini depan tak menujukkan performa menawan. Maka itu, beberapa hari menjelang kompetisi, lini depan lebih banyak disorot.
Beruntung di laga pembuka Divisi Utama 2010/2011 (19/11) nanti PSMS diberi kesempatan memainkan laga kandang. Lawan yang bakal dihadapi adalah yang Persitara Jakarta Utara yang baru saja lengser dari Indonesian Super League (ISL).

Sudah pasti, itu jadi keuntungan tersendiri. Tapi masalah bisa datang dari lini depan. Bermain di kandang sendiri, PSMS tentu tak boleh sekadar mengamankan tiga angka. Pundi-pundi gol wajib dikoleksi agar di laga tandang, minimnya gol bisa diantisipasi.

Maka itu, peran para penyerang PSMS benar-benar dinantikan di ajang sebenarnya. Terutama nama asing, Gaston. Pemain sarat Kurniawan pun wajib diberi kesempatan membayar kepercayaan pengurus dan fans PSMS atas kehadirannya di skuad Ayam Kinantan.

Menjawab tantangan itu, Sekum PSMS Idris mengatakan, perlu waktu di kompetisi sebenarnya untuk memberikan kepercayaan kepada striker. “Kadang penyerang selalu bilang, bahwa mereka akan menujukkan kelasnya di ajang sebenarnya. Oke kalau begitu, kita tunggu saja. Sebagai pemain profesional, pemain harus menunjukkannya. Dan kita akan bersabar hingga kompetisi,” terang Idris.

Hal itu pun diamini asisten manajer PSMS, Benny Tomasoa. Pada beberapa kesempatan, jajaran pelatih dan fans PSMS kerap meragukan kualitas penyerang yang ada saat ini. Bahkan khusus Gaston pernah berujar kepada Benny, bahwa mereka akan menunjukkan kemampuan di ajang sebenarnya. “Kita harus beri kesempatan. Setidaknya kita nanti hingga kompetisi,” kata Benny.

Nah, bagaimana seandainya di kompetisi nanti ternyata para penyerang tak memberikan kontribusi maksimal? Menjawab itu, Benny menyerahkan kepada pelatih. Namun begitu, Benny yakin skuad PSMS musim ini sudah sangat siap menatap kompetisi. “Kalau di kompetisi nanti tak memuaskan, tentu akan ada tindakan. Tapi saya yakin tim ini sudah sangat siap tampil,” kata Benny yakin.

Lini Tengah Gemilang

Lini Tengah Gemilang


Banyak pihak yang meyakini lini tengah PSMS musim ini, merupakan yang terbaik sejak tiga musim belakangan. Tentu usai PSMS menjadi runner-up Divisi Utama 2006/2007.

Meski tidak ada nama besar di lini ini, namun kekompakan dan peluang gol yang bisa tercipta dari tengah cukup besar. Kalau menyebut nama, lini tengah PSMS dihuni satu legiun asing asal Argentina, Jose Sebastian. Jose didampingi gelandang enerjik Faisal Azmi, Zulkarnaen, Tri Yudha Handoko hingga gelandang senior Affan Lubis.
Dari lini inilah diyakini PSMS akan menunjukkan kualitasnya. “Jose bagus. Umpan-umpannya terukur dan akurat, skill sudah di atas standar. Dukungan pemain tengah lokal saya rasa semakin mengokohkan lini tengah,” beber Sekretaris PMFC Muh Mukhlis Rabu (10/11).

Keberadaan Zulkarnaen yang kini ditarik ke lini tengah, diyakini akan memberi warna tersendiri. Selama ini, Zulkarnaen lebih sering diplot di lini depan. Terlebih dua musim lalu saat membela Persiraja. Di sana ia berhasil menorehkan 15 gol selama dua musim.

Menarik melihat kinerjanya di lini kedua ini. Apakah Zulkarnaen akan tetap tajam? “Tampaknya Zulkarnain akan tetap mencetak gol. Kalau ketajamannya dipertahakan meski sudah ditarik ke gelandang, tentu itu jadi nilai plus baginya,” sambung Nata Simangunsong Ketua Suporter Medan Cinta Kinantan (SMeCK).

Apa yang diungkapkan fans di atas terbukti kalah PSMS uji coba melawan Yedija FC. Empat dari enam gol kemenangan PSMS lahir dari pemain tengah, Zulkarnaen dan Jose Sebastian. Kenyataan ini seakan menunjukkan pada khalayak bahwa kekuatan PSMS musim ini bermuara pada pemain tengah. Zulkarnaen, calon kuat menjadi kapten ini malah menjadi pemain paling tajam hingga kini.

Kiper Utama Belum Pasti

Kiper Utama Belum Pasti


Kiper Utama Belum Pasti

MEDAN- Penjaga gawang PSMS mulai mengulah. Di saat kompetisi sudah di ambang pintu, pelatih dipusingkan dengan tindakan indisipliner lini pertahanan terakhir itu.

Dari tiga kiper yang saat ini memperkuat PSMS, belum satupun yang akan diplot jadi starter. Terlebih masih ada kiper yang tak disiplin dengan kerap datang terlambat saat latihan.

Maka itu, satu penjaga gawang baru bernama Iswandi diseleksi dan mulai mengikuti latihan bersama skuad PSMS lainnya. Kabarnya Iswandi pernah bemain di PSP Padang. Hal itu diamini pelatih kepala PSMS Zulkarnain Pasaribu. “Dia mulai ikut latihan hari ini, coba tanyakan saja kepada pelatih kiper (Waluyo),” ujar Zulkarnain.

Dan Waluyo pun mengakui bahwa posisi kiper utama belum aman. “Namanya Iswandi, dia itu mantan kiper binaan PPLP (Pusat Pendidikan Latihan Pelajar) binaan saya. Kalau memang kemampuannya lebih bagus dari kiper yang ada sekarang, bisa saja satu kiper lama akan kita buang untuk digantikan kehadirannya,” kata Waluyo.

“Saya selalu tekankan kepada kiper untuk tampil baik dan disiplin, begitu juga dengan Iswandi. Kalau tidak patuh dan bermalas-malasan, bisa saja kiper dibuang. Yang jelas di tim PSMS, siapa yang terbaik yang kami ambil, bukan yang bermalas-malasan,” sebut mantan kiper PSMS era 80 an awal 90 an itu.

Memang, saat ini, diakui Waluyo, performa Andi Setiawan, Syahbani dan Irwin Ramadhana cukup berimbang, namun, kedisiplinan penjaga mistar gawang menjadi perhatian pihaknya saat ini. “Yang tidak disiplin bisa saja kami ganti dengan yang disiplin, kiper harus memperhatikan itu. Untuk Iswandi, kami akan memantau perkembangannya hingga seminggu ke depan,” tegasnya.

Uji Yedija FC

Uji Yedija FC


PSMS semakin memantapkan persiapan jelang kompetisi. Karena kompetisi sudah dekat, lawan yang akan dihadapi tak lagi yang berada di satu level kemampuan. Maka itu Yedija FC sebuah klub amatir ditantang.

Ujicoba itu sedianya akan digelar di Stadion Teladan Medan hari ini mulai pukul 07.00 Wib. Sengaja digelar malam, sebab PSMS memang tengah beradaptasi main malam. Dikabarkan, PSMS memang berencana main malam hari pada kompetisi Divisi Utama musim ini. Namun hal itu masih menanti izin dari PSSI atau BLI.

Yedija FC merupakan klub yang baru saja dibentuk. Klub ini dimiliki oleh asisten manajer PSMS Benny Tomasoa. Tampaknya ujicoba melawan klub lemah ini diamini Benny, sehingga pria berdarah Ambon ini mengajukan timnya untuk sparring partner. “Persiapan sudah semakin mantap. Sekarang pihak pelatih ingin melawan tim-tim yang kualitasnya di bawah,” kata Benny Selasa (10/11). Meski begitu, Yedija FC akan diperkuat mantan pemain PSDS Fajar Andika yang kini berkostum PSPS Pekan Baru.

Berhubung kompetisi sedang libur, Fajar dikatakan Benny sedang pulang kampung. “Rencana Fajar Andika ikut main bersama Yedija. Ya sebagai pengisi waktu luang liburannya,” sambung Benny. Pihak PSMS lewat asisten pelatih Suyono senang, ujicoba bisa dimainkan malam hari. “Kita harus sering-sering adaptasi main malam hari. Kalau diizinkan menggelar pertandingan malam hari, anak-anak tak lagi grogi,” kata Suyono.

Selain menghadapi Yedija FC, PSMS juga akan menantang Tasbih FC. Dalam satu malam dua laga diemban. (ful)

Pangkas demi Masa Depan

Pangkas demi Masa Depan


Pangkas demi Masa Depan

Faisal Azmi selama ini dikenal berkat kuncir rambut gondrongnya. Gelandang PSMS yang musim lalu mengenakan kostum nomor 7 itu, kini agak sulit dikenali. Ya, Faisal memilih memotong rambutnya. Kini tampilannya jadi lebih klimis.

Apa yang membuatnya memilih memangkas rambut? Dihubungi kemarin, Faisal mengatakan rela pangkas demi masa depannya. “Demi masa depan juga bang. Soalnya saya sudah diterima kerja di Bank Sumut,” katanya.
Menjadi pegawai bank, tentu saja tak boleh berpenampilan bak anak band. Mesti rapi. “Ya harus rapi lah,” sambungnya sambil ketawa.

Baik gondrong maupung klimis dengan rambut barunya, Faisal menyatakan akan tetap memberikan penampilan terbaiknya bagi PSMS. “Yang penting PSMS bisa kembali ke kasta sesungguhnya. Semoga saya dan kawan-kawan bisa mewujudkan mimpi kembali ke ISL,” harapnya.

Kostum tanpa Sponsor, hingga Perkenalan ke Sekolah

Kostum tanpa Sponsor, hingga Perkenalan ke Sekolah


Kostum tanpa Sponsor, hingga Perkenalan ke Sekolah

Jelang Peluncuran PSMS Menghadapi Divisi Utama

Dalam waktu dekat, rencananya 14 November ini, PSMS akan dikenalkan ke publik. Persiapan kenalan itu mulai dibincangkan sejak beberapa hari terakhir. Banyak ide bermunculan untuk memeriahkan peluncuran itu.

Syaifullah, Medan

Kali ini, pengurus PSMS menyerahkan konsep kegiatan peluncuran tim kepada dua barisan pendukung PSMS. Yakni Suporter Medan Cinta Kinantan (SMeCK) Hooligans dan PSMS Medan Fans Club (PMFC).

Tidak ingin berlama-lama, dua klub penggemar PSMS tersebut mulai menggelar rapat penyusunan konsep acara di Mes Kebun Bunga kemarin. Dihadiri beberapa pentolannya, dua klub akhirnya memutuskan untuk menentukan lokasi acara hari ini.

“Stadon Teladan dan Lapangan Merdeka menjadi tempat yang diwacanakan sebagai tempat menggelar launching itu. Memang belum pasti, tapi rencananya besok (hari ini) kami akan menetapkan venue penyelenggaraannya,” ujar Ketua SMeCK Wahyudinata Simangunsong yang ditemui di sela-sela rapat tersebut.

Jika digelar di Stadion Teladan, rencananya peluncuran tim akan menggunakan tiket masuk. Pendapatan dari tiketing itu dikatakan Nata akan disumbangkan sepenuhnya untuk PSMS. “Itulah yang bisa kita berikan kepada PSMS. Semoga bermanfaat untuk biaya operasional,” sambun Nata.

Untuk memeriahkan peluncuran, SMeCK dan PMFC juga akan menggelar aneka hiburan seperti live music, hingga juggling. Tentu sekaligus memperkenalkan jersey terbaru PSMS.

Sayangnya, soal kostum ini tampak tidak akan ada kejutan selain kejutan yang benar-benar mengejutkan. Ya, klub sebesar PSMS mulai musim depan tak akan memakai kostum dengan label produk alias tanpa sponsor. Jadi sifatnya mandiri. Musim lalu saja PSMS kerjasama dengan Specs. Musim sebelumnya, hampir tak pernah PSMS tampil tanpa sponsor.

“Tidak ada sponsor. Kita rencananya mandiri saja,” sebut Idris Sekum PSMS yang dihubungi Senin (8/11). Tapi itu bukan soal besar, sebab persiapan tim lebih utama.

Kemudian, rencananya PSMS akan mengenalkan diri dengan mencoba mengunjungi sekolah-sekolah yang ada di Kota Medan. Sekolah bola juga direncanakan dihadiri para punggawa PSMS. “Ya itu untuk regenasi saya kira sangat bagus,” kata Benny Tomasoa menyikapi rencana road show itu.

Sekretaris PMFC Muh Mukhlis juga menyatakan pihaknya bersama SMeCK Hooligans melanjutkan rapat untk menyamakan visi terkait konsep kegiatan peluncuran tim PSMS. “Setelah diputuskan, kami akan menyerahkan proposal kepada Asisten Manajer (Benny Tomasoa). Intinya kami berharap, Ketua Umum PSMS (Dzulmi Eldin) bisa mendukung,” sebut Muhklis.

Jangan Sampai jadi Tim Musafir

Jangan Sampai jadi Tim Musafir

Lisna

Target Indonesia Super League tentunya harus serius disikapi PSMS. Tidak hanya soal pemain, fasilitas yang ada juga wajib disesuaikan. Pasalnya, jika target itu tercapai, apakah PSMS mau menjadi pemain musafir lagi?.

Hal ini diungkapkan Lisna, seorang pegawai di DPRD Medan.”Iya, lucukan kalau PSMS jadi klub musafir. Terus, kita yang mau menonton PSMS harus pergi dari Medan, kan tak praktis,” aku Lisna.

Seperti diketahui, PSMS akan memakai Stadion Teladan sebagai kandang. Di Divisi Utama hal itu tidak begitu bermasalah, namun jika masuk ISL, tentunya keadaan Stadion Teladan bisa menghambat. “Stadion Teladan memang sudah tak layak, perlu renovasi di segala sisi,” sambung Lisna.

“Harusnya hal itu juga dipikirkan ketika pengurus mulai membentuk pemain, jadi harus berbarengan,” imbuh Lisna.
Perempuan berambut panjang ini tak menyalahkan siapa-siapa soal terbengkalainya standar Stadion Teladan yang sesuai dengan ISL. Namun, dia menyayangkan jika PSMS yang namanya begitu besar di kancah sepak bola Indonesia tak memiliki stadion yang bisa diandalkan. “Stadion harus direnovasi sesuai ISL kalau bisa standar internasional. Jadi pemerintah Kota Medan jangan hanya memikirkan mal dan hotel mewah saja,” pungkasnya.

Memaksimalkan Sentuhan Akhir

Memaksimalkan Sentuhan Akhir


Memaksimalkan Sentuhan Akhir

MEDAN- Jelang bergulirnya Divisi Utama, skuad PSMS besutan Zulkarnain Pasaribu tampaknya tak mengalami banyak soal secara teknis. Lini perlini Ayam Kinantan maksimal digeber. Kecuali lini depan, yang hingga kini masih jadi sorotan.

Ya, lagi-lagi lini depan terlihat bagai momok. Berkaca dari musim-musim sebelumnya, PSMS kesulitan mencipta goal getter andal. Di Indonesian Super League (ISL), top skor dipegang Martin Zada yang notabane gelandang. Musim lalu, striker juga tak memberi kontribusi maksimal.

Musim ini PSMS sudah punya nama bagus di lini depan. Ada Kurniawan Dwi Julianto yang kenyang makan asam garam liga. Ada juga pemain asing Gaston Castano. Jangan lupa, ada juga nama Zulkarnain yang musim ini di PSMS diplot jadi gelandang serang. Selama membela Persiraja, Zulkarnain kerap jadi penyerang andalan.

Maka itu, konsep menyerang dengan ketajaman lini depan mulai dimaksimalkan. Peluang demi peluang yang diharap tercipta dari bola-bola mati atau set piece juga disorot. “Seminggu ini harus fokus penyelesaian akhir. Kita harus bisa membuat gol,” terang asisten pelatih PSMS Suyono. Mencipta peluang dari bola mati juga diperhatikan. Untuk pengeksekusi bola-bola mati ini, pelatih mempercayakan kepada gelandang asing Jose Sebastian. “Terutama untuk tendangan bebas langsung. Sebastian sejauh ini kita geber kemampuannya,” sambung Yono.

Sebastian awalnya juga kerap diplot mengambil tendangan penjuru. “Tendangan sudut juga akan dirotasi. Kita cari siapa yang paling tepat,” tambah Yono.

Sayang, untuk menggeber latihan finising touch dan tendangan bebas, Stadion Kebun Bunga yang selama ini dipakai tak lagi bisa diajak kompromi. Permukaan lapangan yang berbukit-bukit plus pertumbuhan rumput yang tak karuan, membuat proses latihan babak-belur. Bahkan kata Yono, seorang Lionel Messi pun bakal kehilangan kemampuan di Kebun Bunga.