SELAMAT DATANG PARA SUPORTER PSMS MEDAN

SELAMAT DATANG PARA SUPORTER PSMS MEDAN

ANDA HORMAT KAMI SEGAN ,JIKA ANDA KURANG AJAR KAMI RIBAK SUDE ANDA!!!!!

PSMS MEDAN NEVER DIE!!!!
Powered By Blogger

Entri Populer

Sabtu, 25 Desember 2010

Keltjes antisipasi non teknis

Keltjes antisipasi non teknis


(WOL Photo/Austin Antariksa)

MEDAN - Faktor non teknis tak dipungkiri berperan atas sukses atau tidaknya tim meraih kemenangan di Liga Indonesia. Termasuk PSMS Medan yang kerap merasa dirugikan oleh faktor tersebut. Dalam hal ini sosok pengadil lapangan hijau atau wasit yang kerap bertindak berat sebelah kepada tuan rumah.

Salah satu ulah wasit yang kerap berakibat fatal untuk tim adalah menyoal perangkap offside. Sering kali tim tamu dirugikan dengan keputusan soal offside.

“Soal offside harus kita antisipasi. Bisa saja kejadian yang seharusnya offside jadi malah tidak. Apalagi kalau kita bermain di luar kandang,” ujar Pelatih PSMS, Rudy Keltjes, tadi sore, di Stadion Teladan.

Langkah antisipasi pun disisipkannya dalam menu latihan tadi sore. Peran tambahan diberikan kepada penjaga gawang yang diminta lebih aktif untuk mengantisipasi hal tersebut.

“Kiper tentunya akan sering menjumpai offside pemain lawan. Bisa saja wasit atau penjaga garis tidak melihat atau sengaja tidak melihat. Untuk itu antisipasinya penjaga gawang tidak boleh diam dan bergerak aktif. Itu yang selama ini tidak ada dalam diri kiper-kiper di Indonesia ,” tambahnya.

Sebagai pelatih yang kenyang pengalaman di Liga Indonesia, Keltjes tentu menyadari kondisi itu. Namun sebagai pelatih ia hanya mengantisipasi sebatas teknis.

“Secara teknis saya hanya bisa memberikan arahan kepada tim untuk menghindari hal itu mengingat sepakbola Indonesia ini agak aneh.,” ungkapnya.

Namun sejauh apa hal itu bisa berperan menghindari kecurangan yang terjadi? Keltjes mengakui hal itu hanya langkah antisipasi teknis dirinya sebagai Arsitek tim. Selebihnya ia menyerahkannya kepada manajemen yang dianggapnya lebih paham kondisi ini.“Kalau saya sebagai pelatih hanya bisa melakukan antisipasi sebatas sisi teknis. Kalau di luar itu, manajemen lebih tahu,” ungkapnya.

Pelatih asing gabung, posisi Edy Syahputra terancam?

Pelatih asing gabung, posisi Edy Syahputra terancam?


(WOL Photo/Austin Antariksa)

MEDAN - Kabar bakal bergabungnya pelatih asing ke tim Bintang PSMS menuai kontroversi. Meskipun merupakan langkah positif, namun bakal ada yang dikorbankan dalam tim yang sudah mempersiapkan diri sejak tiga bulan terakhir untuk Liga Primer Indonesia (LPI).

Kehadiran pelatih asing tentunya akan menyebabkan posisi tim pelatih yang mengawal Rudi Hartono cs selama ini bakal bergeser. Suharto yang sebelumnya menjabat sebagai pelatih kepala tentu akan turun pangkat jadi asisten pelatih. Sementara Syahril Nasution kemungkinan tetap menjabat pelatih kiper.

Lalu bagaimana dengan Edy Syahputra yang menjabat asisten pelatih teknis? Jika Suharto bergeser menjadi asisten, tentu posisi Edy rawan. Tidak mungkin ada dua asisten pelatih teknis dalam satu tim.

"Kalau saya lihat ada sisi positif dan negatifnya. Negatifnya saya yang bingung mau ditaruh dimana karena otomatis posisi kami (tim pelatih, red) kan turun. Bang Harto (Suharto, red) jadi asisten.

Lalu saya yang bingung mau ditaruh diposisi apa. Tak mungkin asisten pelatih teknis ada dua orang," tukas Edy, tadi sore, di Stadion Kebun Bunga Medan.

Menurut Edy, berdasarkan pembicaraan dengan CEO Bintang PSMS, ketiganya tetap dijanjikan dalam tim. "Kalau CEO, kita tetap dimasukkan dalam tim. Memang ada rencana pembentukan tim U-21. Itupun baru bulan Juni berjalan. Dan saya yang kemungkinan besar melatih tim U-21. Namun itu belum jelas juga," tambah eks stopper Medan Jaya itu.

Padahal jika ditilik, di tangan Suharto dkk, Bintang PSMS semakin menunjukkan perkembangan yang baik. Bintang PSMS belum terkalahkan dalam ujicoba yang digelar. Kerja keras ketiganya juga belum diuji dengan kompetisi sesungguhnya yang baru digelar 8 Januari mendatang.

Begitupun Edy coba berpikir positif. "Sebenarnya kalau kami secara pribadi sih tidak menginginkan adanya pelatih asing. Toh kami merasa mampu. Lagian Liga juga belum dimulai dan kinerja kita belum dinilai. Tapi ada sisi positifnya yakni bisa kita belajar banyak dari pelatih asing. Otomatis ilmu kita akan bertambah," ujarnya.

Rencananya rombongan asing bakal mendarat di Medan, Selasa (28/12) mendatang. Termasuk lima pemain asing. "Selasa katanya semuanya dijelaskan. Pelatih asing dan lima pemain asing akan datang. Dua asal Korea. Sisanya non Asia. Termasuk juga kejelasan kontrak karena kita sudah tiga bulan berjalan," tukasnya.

PSMS pertajam lini depan

PSMS pertajam lini depan



(WOL Photo/Austin Antariksa)

MEDAN - PSMS Medan terus menghimpun kekuatan menghadapi laga lanjutan Divisi Utama Liga Indonesia 2010/2011 pada awal Januari mendatang.

Pelatih PSMS, Rudy Keltjes dalam upaya meningkatkan performa skuadnya dengan berbagai langkah. Salah satu sektor yang menjadi perhatian adalah lini depan.

Tak dipungkiri, lini depan merupakan tumpuan untuk meraih poin penuh. Jika kebuntuan dialami para striker, akan sulit bagi PSMS mencetak gol.

Dari lima laga, Ayam Kinantan baru mengoleksi empat gol. Tiga gol lahir dari kaki striker diantaranya dua gol Gaston dan satu gol diceploskan Kurniawan. Sedangkan satu gol lainnya dicetak gelandang (Tri Yudha).

Untuk itu Keltjes akan memaksimalkan lini depannya. Gaston akan kembali menjadi target man di depan. Namun langkah antisipasi disiapkan jika nantinya striker Argentina itu dikawal ketat. Kurniawan Dwi Yulianto dan Jose Sebastian diharapkan mampu menjadi lumbung gol bagi pasukan The Killer-julukan lain PSMS.

“Gaston Castano yang akan menjadi target man di lini depan kemungkinan akan dijaga mati tim lawan. Jadi sebagai antisipasinya, Kurniawan dan Jose Sebastian yang akan jadi pencetak gol,” ujar Rudy Keltjes, tadi malam.

Keltjes sadar potensi yang dimiliki Kurniawan dan Jose. Sebagai striker kenyang pengalaman di Liga Indonesia, si Kurus-julukan Kurniawan-punya insting gol yang baik.

Meski usianya tidak muda lagi, sentuhan-sentuhan eks striker Persija dan Persebaya itu masih terlihat. Sementara Jose, punya kemampuan shooting yang baik. Tembakan dari luar kotak penaltinya bisa diandalkan untuk memecah kebuntuan.

Latihan khusus pun mulai digelar Keltjes untuk menajamkan lini depannya. Tidak hanya Gaston, Kurniawan, dan Jose Sebastian yang diasah kemampuan mencetak golnya. Tri Yudha Handoko dan Rinaldo juga dipertajam kemampuannya. Mereka bergantian menembak ke gawang baik dari kiri, kanan maupun tengah.