SELAMAT DATANG PARA SUPORTER PSMS MEDAN

SELAMAT DATANG PARA SUPORTER PSMS MEDAN

ANDA HORMAT KAMI SEGAN ,JIKA ANDA KURANG AJAR KAMI RIBAK SUDE ANDA!!!!!

PSMS MEDAN NEVER DIE!!!!
Powered By Blogger

Entri Populer

Kamis, 31 Maret 2011

Faisal Batal Disidang

Faisal Batal Disidang

Wakil kapten PSMS, Faisal Azmi batal disidang Komisi Disiplin (Komdis) PSSI. Rencananya sidang soal dugaan kasus pemukulan yang dilakukan Faisal terhadap pemain PSSB Bireuen akan digelar hari ini.

Pembatalan itu dikabarkan karena kantor PSSI disegel sejumlah demonstran terkait kisruhnya PSSI.
“Kantor PSSI diambil alih, Faisal tidak jadi sidang. Kami belum mendapat informasi kapan sidang Faisal akan dilakukan,” kata Benny Tomasoa kemarin.

Benny mengaku terus menjalin komunikasi dengan pihak Komdis PSSI, yakni Lauren. Dari koordinasi dengan Lauren didapat jawaban, sidang Faisal ditunda hingga keadaan kembali normal.

Namun menurut Benny, Lauren tidak memberikan jawaban pasti. “Katanya tunggu kondisi membaik,” beber Benny.
Dari pembicaraan dengan Lauren, Benny menyatakan, Faisal tetap akan diturunkan saat PSMS menghadapi PS Bengkulu di Stadion Teladan Medan 6 April mendatang. “Saya juga sudah memastikan kepada Lauren, katanya Faisal tetap bisa main di pertandingan berikutnya,” pungkas Benny.

Motivasi tak Selalu Soal Uang

Motivasi tak Selalu Soal Uang


Akhirnya seluruh skuad plus offisial PSMS merasakan indahnya gajian. Setelah menanti nyaris tiga bulan, para pemain dan staff menerima hak dari keringat yang dikeluarkannya selama ini. Rabu (30/3) sore kemarin dua bulan gaji dicairkan pengurus.

Hal itu tentu saja disambut antusias oleh para pemain. Apalagi pemain yang baru masuk di pertengahan musim seperti Doni Fernando Siregar, Ade Chandra Kirana, Novianto dan pemain asing Almiro Valadares.

“Lega kali rasanya. Hak sudah terpenuhi, sekarang saatnya seluruh skuad membuktikan kepada masyarakat bahwa PSMS bisa melakukan yang terbaik di laga selanjutnya,” kata Doni Fernando Siregar kemarin.

Dijelaskan Doni, cairnya gaji merupakan elemen penting untuk motivasi. Namun lebih dari itu, Doni juga menilai bahwa uang tak selamanya jadi alasan soal motivasi itu sendiri. Menurutnya motivasi dengan cara lain terkadang dibutuhkan pemain. Arahnya tentu saja lebih kepada soal dorongan moral dan dukungan luas dari berbagai pihak pecinta sepak bola di kota ini termasuk fans setia PSMS di manapun berada.

“Terkadang motivasi itu tak melulu soal uang. Kita juga butuh dukungan dan perhatian dari berbagai pihak, termasuk pengurus, masyarakat, pemimpin dan lainnya. Kalau kita didukung tentu akan menjadi motivasi tersendiri, karena kami juga akan merasakan bahwa kami ternyata tidak berjalan sendirian,” terang mantan pemain Persijap Jepara dan Persiba Balik Papan itu.

“Yang terpenting adalah kemenangan untuk menjamin lolos ke delapan besar,” pungkas Doni.

Masih Ada Asa PT LI Tolak Wacana 12 Besar

Masih Ada Asa PT LI Tolak Wacana 12 Besar

Masih Ada Asa PT LI Tolak Wacana 12 Besar
DUKUNGAN: Gaston Castano saat dibopong fans setia PSMS. Saat ini skuad PSMS butuh dukungan untuk melaju ke babak delapan besar.

MEDAN- Asa menuju Indonesian Super League (ISL) masih terbuka untuk PSMS. Yang terpenting saat ini adalah bagaimana caranya memenangi semua laga sisa, baik kandang maupun tandang.
PSMS tertekan sebab upaya finish di peringkat tiga besar berpotensi terganjal.

Persaingan menuju posisi aman untuk melaju ke babak delapan besar memang ketat. Dua penghuni papan atas, PSAP dan Persiraja sudah hampir pasti sulit dikudeta. Satu-satunya harapan adalah finish di posisi tiga di akhir musim, dan memastikan diri masuk delapan besar. Masalahnya babak delapan besar pun bakal sulit karena kompetisi dibagi tiga wilayah. Kalau masing-masing wilayah diambil dua klub terbaik peringkat pertama dan kedua klasemen akhir, maka baru terkumpul enam klub.

Nah, dua kontestan lagi untuk melengkapi kuota delapan besar maka diambil dari posisi tiga terbaik dari tiga wilayah itu. Artinya ada satu wilayah yang hanya mengutus peringkat satu dan dua saja. Semoga hal itu tidak terjadi di wilayah I tempat PSMS bernaung.

Dengan sistem seperti itu, tampaknya tidak cukup adil karena bakal ada tim yang dikorbankan.
Maka itu, sejumlah klub di dua wilayah I dan II mewacanakan agar babak selanjutnya 12 besar, bukan delapan besar. Sayang PT Liga Indonesia (LI) menolak mentah-mentah wacana itu.

Direktur PT LI, Djoko Driyono yang dihubungi Rabu (30/3) menegaskan kompetisi Divisi Utama akan memakai babak delapan besar untuk persaingan menuju ISL. “Wah saya baru dengar ada wacana 12 besar. Kami akan tetap memakai sistem delapan besar, itu sudah sesuai dengan regulasi,” kata Djoko.

Disinggung soal kompetisi yang mungkin terhenti akibat kisruh PSSI, Djoko terlihat gusar.
Djoko menegaskan bahwa masalah PSSI tidak berarti baginya. “Itu orang saja yang menganggap masalah itu (kisruh PSSI) besar. Bagi kami tidak. Kami yakin kompetisi akan terus berjalan,” bebernya.

Di lain pihak, Asisten Manajer PSMS Benny Tomasoa tampak kecewa jika aspirasi sejumlah klub yang menginginkan babak 12 besar jadi pilihan kompetisi tidak diterima. Selain akan lebih adil bagi klub yang berhasil finish di empat besar, babak 12 besar juga akan lebih ramai. “Kami berharap PT LI mau mempertimbangkan usulan peserta kompetisi. Ini demi kebaikan peserta liga juga, bukan demi kepentingan pribadi,” ujarnya.
Namun begitu, Benny lebih senang mengurus kesiapan PSMS sendiri dibanding berharap pada sistem. “Yang penting PSMS harus bisa tampil bagus di sisa laga dan tak sekalipun kalah. Itulah satu-satunya cara untuk bertahan dan berharap bisa melaju ke babak selanjutnya,” bebernya.

“Peluang kita sekarang tinggal finish di peringkat tiga. PSAP dan Persiraja sudah sangat sulit dikejar karena ketinggalan poin kita cukup jauh,” pungkas pria berdarah Ambon itu.

Rabu, 26 Januari 2011

An Hyo Yeon Resmi Bela Bintang Medan

An Hyo Yeon Resmi Bela Bintang Medan


Diturunkan Melawan Real Mataram

MEDAN- An Hyo Yeon pemain asal Korea Selatan dipastikan bisa tampil membela Bintang Medan pada pertandingan Liga Primer Indonesia melawan Real Mataram, Minggu (30 /1)mendatang. Kepastian itu disampaikan Pelatih Michael Feichtenbeiner dan Asistennya Robert Roloefsen, saat melakoni pertandingan uji coba melawan tim Putra Buana, di lapangan Tamrin Graha Metropolitan (TGM), Selasa (24/1).

Sementara itu, nasib Gwos Jean Jeaques Daniel pemain berkebangsaan Kamerun dipastikan tidak akan bergabung bresama tim, karena tidak memenuhi kriteria yang diharapkan pelatih. “Daniel mainnya bagus, tapi menurut saya tim butuh pemain gelandang yang bisa bermain bertahan. Sementara Daniel tidak memenuhi kriteria yang kita inginkan,” sebut Michael Feichtenbeiner.

Mengenai An Hyo Yeon, Michael Feichtenbeiner melihat mantan pemain timnas Korsel itu memiliki kualitas. Hanya saja, menurutnya, An Hyo Yeon masih kurang fit.

“ Dia (An Hyo Yeon) memiliki permainan yang cukup bagus dan terlihat bepengalaman. Visinya juga bagus hanya saja ke depannya harus lebih,” ujar Michael Feichtenbeiner.

Terkait dua pemain asing asal Australia dan Serbia yang rencananya akan datang dalam waktu dekat dipastikan batal. Sedangkan untuk penggantinya, pelatih berkebangsaan Jerman itu berencana mendatangkan Jamie Coyne (Portugal), pemain yang rencananya mengisi lini pertahanan.

“Dia akan menandatangani kontrak dalam waktu dekat ini dan nantinya posisi yang akan diisinya gelandang bertahan, menggantikan Amine Kanoun jika mengalami cedera,” katanya.
Sementara itu dalam uji coba kemarin (24/1), Bintang Medan berhasil mengungguli Putra Buana 5-0 di lapangan Tamrin Graha Metropolitan (TGM). Kelima gol Bintang Medan tercipta pada babak pertama.

Dapat Satu Poin, Lae

Dapat Satu Poin, Lae


Pro Titan Dipecundangi PSSB

LHOKSEUMAWE- PSMS Medan berhasil meraih satu poin setelah bermain imbang 0-0 melawan PSLS Lhokseumawe, di Lapangan Tunas Bangsa Lhokseumawe, kemarin (25/1).

Di awal laga, PSMS sempat meraih peluang. Duet striker Gaston Castano dan pemain muda Rinaldo cukup sukses menggedor pertahanan lawan. Di menit pertama, tendangan bebas Jose Sebastian disambung sepakan Rinaldo. Tapi tendangannya masih lemah hingga bisa diamankan penjaga gawang lawan. Permainan kasar tim tuan rumah menyebabkan dua pemainnya Ervin dan Masdar harus diganjar kartu kuning wasit Ginanjar Rahman Latif asal Bandung. Kedudukan imbang tidak berubah hingga turun minum.

Di babak kedua, PSMS mencoba meningkatkan serangan. Sementara tim lawan yang tampak mulai letih harus berjibaku mengamankan wilayahnya. Perlakuan kasar terhadap PSMS beberapa kali terjadi. Pertandingan sempat dihentikan sejenak menit 65 ketika terjadi ketegangan antara Rahmad dan striker lawan Nurcholis Majid. Nurcholis yang tidak senang ditekel bek PSMS itu spontan mendatangi dan mendorong Rahmad. Ketegangan akhirnya mereda.
Kendati berakhir seri, Asisten Manajer PSMS Benny Tomasoa mengaku raihan satu poin sudah bagus. “Harapan awal tentu saja bisa raih poin penuh. Tapi saya rasa hasil seri di dua pertandingan juga sudah cukup baik. PSMS sudah tampil maksimal, tim lawan juga bagus,” kata Benny.

“Kita masih ada waktu untuk membenahi tim dan meraih kemenangan selanjutnya,” sambung Benny.
Pelatih PSMS, Suharto juga menyebutkan hasil seri yang diraih sudah maksimal. “Kita sudah main bagus. Tapi tim yang lawan PSMS juga main lebih bersemangat dari biasanya. Jadi hasil imbang ini sudah lumayanlah,” katanya.
Pelatih PSLS Imran Juned mengaku, tidak menyangka kondisi tidak menentu yang melanda tim berjuluk
Laskar Pase tetap membuat anak asuhannya tampil maksimal. “Saya bersyukur dengan hasil ini. Sebenarnya kami ada masalah, Stamina tim kami melorot karena tidak pernah latihan. Bisa dibilang menghadapi PSMS kami kurang persiapan. Tapi saya tidak menyangka anak-anak bisa main bagus,” sebut Imran.

Menurutnya penampilan PSMS cukup baik dengan menerapkan permainan dari kaki ke kaki. “Mungkin karena kami tuan rumah saja bisa menahan imbang lawan, kalau pertandingan di Medan, mungkin lain ceritanya,” ungkapnya.
Sementara itu, Pro Titan pulang dengan tangan hampa setelah ditekuk oleh tim tuan rumah PSSB Bireuen dengan 1-0 di Stadion Cot Gapu Bireuen, Selasa (25/5). Gol Laskar Juang, julukan PSSB Bireuen, diciptakan oleh Raja David menit ke-47. Dengan hasil tersebut Kuda Pegasus, julukan Pro Titan semakin terbenam di papan bawah klasemen sementara.

Sejak menit-menit awal, Pro Titan sebenarnya terus menggempur pertahanan PSSB, namun tak satupun membuahkan gol. Beberapa peluang emas yang diperoleh Tambun Naibaho dan Ghozali Muharam, tidak mampu membobol gawang tim tuan rumah yang dikawal Didik Wisnu. Hingga babak pertama usai kedudukan bertahan tanpa gol.

Dua menit setelah turun minum PSSB Bireuen berhasil menjebol gawang Pro Titan yang dijaga Mukti Ali Raja. Gol tersebut berkat kerjasama Mahdi Sulaiman yang memberi umpan lambung kepada Raja David yang berada pada posisi tak terkawal di dalam kotak penalti. Gol tunggal itu disambut antusias 1.500 penonton yang menyaksikan pertandingan melalui tribun terbuka dan tribun tertutup.

Asisten Pelatih Teknik Pro Titan, Yahya Broer tak kuasa menahan kecewanya dengan hasil tersebut. Yahya menilai timnya dikerjai wasit. “Padahal kita sempat mencetak satu gol. Tetapi wasit anggap gol tersebut tidak sah karena ada pemain yang dianggap hands ball. Banyak keputusan wasit yang memihak kepada tuan rumah,” ujarnya.

Selasa, 25 Januari 2011

PSMS MEDAN

PSMS MEDAN bermain imbang 0-0 melawan PSLS LHOUKSUMAWE dalam lanjutan liga ti-phone 2010-2011

Decky Adrian, tak Sangka Bisa Jadi Kiper Profesional

Decky Adrian, tak Sangka Bisa Jadi Kiper Profesional


Decky Adrian, tak Sangka Bisa Jadi Kiper Profesional
RAMAH: Decky Ardian Cahyadi bersalaman dengan suporter saat launching Bintang Medan di Lapangan merdeka Medan belum lama ini.

MEDAN-Dipercaya sebagai penjaga gawang utama Bintang Medan dalam perhelatan Liga Primer Indonesia, tak lantas membuat Decky Ardian Cahyadi berbesar hati.

Meskipun memiliki jam terbang yang terbilang tinggi, namun pria kelahiran Malang, 28 tahun silam itu mengaku tetap akan tampil maksimal untuk semua tim yang dibelanya. Hal itu disampaikan Decky saat dijambangi wartawan, Sabtu (22/1) siang di mess kebun bunga tempat dirinya berdomisili.

Awalnya Decky mengaku, sebelum menjadi penjaga gawang Bintang Medan, Decky pernah dipercaya sebagai penjaga gawang kedua di PSMS setelah Markus Horisson.

Pria dengan tinggi badan 181 cm dan berat badan 76 Kg itu, mengawali karirnya sebagai penjaga gawang di Persema Malang selama dua musim yaitu 2000-2002 di Liga Indonesia.

Selanjutnya Persisas Putera Samarinda 2003, Persebaya Surabaya ,2004, Persiba Balik Papan 2004-2005, Persmin Minahasa 2005, PSMS Medan 2006-2008, Persijap Jepara 2008-2009, dan saat ini Bintang Medan.
Kini ayah dua anak, Javier Alvero (5) dan M. Rafa Alvaro (2) itu tidak ingin bermimpi muluk untuk menjadi penjaga gawang timnas Indonesia. Selain itu menurut Decky, bisa menafkahi sang isteri Endang Brata dan kedua anaknya yang kini tinggal di Malang merupakan kebahagian yang tak ternilai harganya.

Dibalik kesuksesan karirnya, sesungguhnya Decky tak pernah menyangka jika dirinya akan berkarir sebagai seorang penjaga gawang profesional, sebab pria yang mencintai sepakbola sejak SMP kelas I ini sebelumnya adalah pemain bertahan.

Namun, pada sebuah kesempatan Decky tertarik untuk mencoba posisi baru yakni menjadi penjaga gawang. Setelah dicoba, Decky menemukan kepuasan lain yang sulit dilukiskan dnegan kata-kata, hingga akhirnya dirinya memutuskan untuk menekuni karir sebagai seorang penjaga gawang.

Sejak saat itu karir Decky pun terus beranjak, hingga akhirnya bisa seperti sekarang ini.

Jumat, 21 Januari 2011

Hak siar tim Sumatera lewat TV lokal?

Hak siar tim Sumatera lewat TV lokal?


(WOL Photo/Austin Antariksa )

MEDAN - Siaran langsung laga Liga Primer Indonesia (LPI) dipastikan akan bisa disaksikan di tiga stasiun TV nasional, Indosiar, Metro TV dan satu perusahaan TV nasional yang saat ini tengah menjalani negosiasi.

Dari beberapa pertandingan awal, masih terpusat pada laga yang berlangsung di Pulau Jawa. Lalu bagaimana nasib tim-tim Sumatera? Seperti diketahui, tim-tim Sumatera kerap dianaktirikan untuk jatah siaran langsung.

Hal itu telah terjadi pada penyelenggaraan Divisi Utama maupun Liga Super Indonesia gaweannya PSSI. Hanya klub-klub berdomisili di pulau Jawa yang kebagian jatah siaran langsung. Sedangkan tim Sumatera kerap gigit jari.

Menurut Vice President LPI Regional Sumatera Aceh, Avian Tumengkol, hal itu kemungkinan besar tidak akan terjadi untuk LPI.Meskipun begitu ia masih menunggu jadwal siaran langsung nasional yang ditetapkan tiga pemilik hak siar.

“Hak siar LPI saat ini dimiliki tiga stasiun baik Indosiar dan Metro TV. Jadi masih menunggu jadwal secara nasional. Dari situ baru akan dilihat jadwal secara keseluruhan pertandingan apa saja yang disiarkan,” tukas Avian tadi sore usai launching skuad Bintang Medan di Lapangan Merdeka Medan.

Lanjut Avian, upaya untuk memperjuangkan tim-tim Sumatera agar mendapat jatah siar salah satunya lewat TV Lokal. Tentunya keberadaan TV Lokal membuat tim-tim Sumatera besar kemungkinan mendapatkan jatah tayang di televisi.

“Saat ini kita sedang jajaki kemungkinan TV lokal ikut ambil bagian menyiarkan pertandingan LPI. Namun kita belum tahu itu disetujui atau tidak,” tukas Avian.

Senada dengan Avian, CEO Bintang Medan, Dityo Pramono mengatakan, jika TV Lokal kebagian mencicipi siaran langsung tentunya pertandingan bisa disiarkan di luar dari jadwal nasional.

”Lebih bagus jika TV lokal bisa menyiarkan siaran langsung. Karena bisa di luar dari jadwal nasional,” tukas Dityo.

Sementara itu, CEO Medan Chiefs, Sihar Sitorus mengatakan tim-tim Sumatera punya kualitas untuk memberikan tontonan menarik bagi pemirsa layar kaca. Jadi sudah sepantasnya memperoleh hak yang sama seperti tim-tim di pulau Jawa.

“Tim-tim Sumatera tak kalah berkualitas dengan tim dari pulau Jawa. Ada Medan Chiefs, Bintang Medan, Minang Kabau FC dan Atjeh United yang punya pemain-pemain yang bagus. Kita akan upayakan meminta jatah siaran langsung,” tukas Sihar belum lama ini.
(dat04/wol)

Bintang Medan akan tambah pemain asing

Bintang Medan akan tambah pemain asing

(WOL Photo/Austin Antariksa)

MEDAN - Dua hari ke depan atau tepatnya Sabtu nanti di Stadion Teladan, Bintang Medan sudah harus melakoni laga perdananya di Liga Primer Indonesia (LPI), kontra Aceh United.

Namun skuad asuhan Pelatih Michael Feichtenbeiner dan Asistennya Robert Roloefsen itu belum lengkap. Dari kuota 25 pemain yang diberikan, saudara muda PSMS ini baru memiliki 20 pemain.Terutama menyoal legiun asing. Sampai saat ini hanya dua pemain yang resmi dikontrak.

Adalah Cosmin Vance asal Rumania dan Amin Kamoun berkebangsaan Tunisia yang sudah diikat. Cosmin dan Amin merupakan dua pemain yang lolos seleksi dari lima pemain yang mencoba peruntungannya di Bintang Medan.

Gelandang Argentina, Maxi Ballel dan striker asal Brazil, Cayo gagal menarik perhatian Michael. Mereka mengikuti jejak Philips Arnold (Australia) yang lebih dulu dipulangkan.

“Maxi bukan gelandang yang bisa membuat perbedaan di sektor tengah. Levelnya sama dengan pemain lokal. Seharusnya saya butuh gelandang yang berpengalaman,” ujar Michael usai gelaran launching skuad Bintang Medan di Lapangan Merdeka tadi sore.

Begitu juga dengan Cayo. Michael mengharapkan striker yang lebih baik terutama dalam urusan mencetak gol. Michael lebih memilih Cosmin karena pengalamannya bermain di Eropa.

“Saya butuh striker yang lebih baik dari Cayo. Cosmin memang belum mencapai penampilan terbaiknya. Saya tahu dia punya masalah dengan komunikasi. Tapi saya tahu kapasitasnya sebagai top skor di Liganya. Dia hanya butuh improvisasi dan waktu,” tukas mantan asisten pelatih Stuttgart ini.

Lalu siapa penggantinya? Michael sudah menyiapkannya. Seorang striker Afrika dan gelandang Australia akan segera bergabung dengan skuadnya. Begitu juga dengan kiper Australia yang sebelumnya dikabarkan akan mendarat di Medan.

“Saya akan panggil seorang striker asal Afrika. Mereka pemain yang kuat dan bagus. Juga akan ada dua pemain Australia yang berposisi sebagai gelandang dan kiper. Minggu depan mungkin dia sudah disini,” tukas pria berumur 50 tahun ini.

Sementara itu, CEO Bintang Medan, Dityo Pramono mengatakan klubnya akan berusaha mencari pemain asing sebelum bursa transfer ditutup pada 31 Januari mendatang. “Kita akan tetap mencari pemain asing sesuai kebutuhan pelatih. Masih ada waktu kok sebelum 31 Januari,” tukas Dityo.

Di lain pihak, Vice President LPI Regional Sumatera dan Aceh, Avian Tumengkol, berharap penyelenggaraan LPI di Medan dan zona sumatera lainnya dapat berlangsung sukses tanpa kendala.

“Kita akan berusaha mensukseskan penyelenggaraan LPI di Sumatera khususnya Medan. Dan Bintang Medan serta Medan Chief diharapkan menciptakan iklim kompetisi yang sehat,” tukasnya.

Tim Sumatera LPI akan lahirkan bintang

Tim Sumatera LPI akan lahirkan bintang


(WOL Photo/Hasnul Ramadhan)

MEDAN - Bintang Medan FC hari ini meresmikan sekaligus meluncurkan timnya kepada masyarakat luas Sumatera Utara di Lapangan Merdeka Medan. Seluruh manajemen, pelatih dan pemain diperkenalkan sekaligus memberikan kesempatan kepada masyarakat, khususnya para suporter, untuk lebih mengenal para pemain yang akan mewakili PSMS di Liga Primer Indonesia atau LPI yang baru saja dimulai 8 Januari lalu.

Sebagai salah satu visi tim-tim perwakilan Sumatera, Vice President LPI Regional Sumatera-Aceh, Avian Tumengkol, mengatakan bahwa keempat tim yang terdiri dari Atjeh United, Bintang Medan, Medan Chiefs dan Minangkabau Padang, akan menghadirkan pengembangan bibit-bibit muda. LPI, menurutnya, memiliki visi bahwa masa depan sepakbola berada ditangan pemain-pemain muda. "Karena itu, kami akan mengupayakan untuk membangun sekolah sepakbola bagi anak-anak dan remaja. Dengan adanya Youth Academy, kualitas pemain sepakbola nasional kita akan lebih terbentuk dan terjamin," katanya pada konferensi pers seusai acara Official Team Launching Bintang Medan FC di Medan, tadi malam.

Pengembangan SDM sepakbola merupakan salah satu visi penggagas LPI, Arifin Panigoro, kata Avian dan karena itu LPI Regional Sumatera-Aceh menjadikan itu sebagai salah satu program utama. "Kualitas pemain sepakbola dibentuk sejak dini, semasa remaja mereka. Karena dengan adanya ketertarikan mereka sejak anak-anak, pengembangan dan potensi mereka untuk menjadi pemain berkualitas lebih terjamin," kata Avian.

Medan, Avian menjelaskan lebih lanjut, sebagai salah satu pusat sepakbola nasional telah melahirkan banyak pemain berkualitas. Avian mengaku banyak pemain asal Medan atau Sumatera Utara berhasil di tingkat nasional yang berkiprah di Timnas. "Maka, dengan adanya Bintang Medan diharapkan banyak anak-anak dan remaja di Medan dan kota-kota lain di Sumut bercita-cita menjadi pemain sepakboal profesional," katanya.

Acara peluncuran ini dihadiri oleh Walikota Medan, Rahudman Harahap, Ketua DPRD Medan, Amiruddin, Kapolresta Medan, Kombes Tagam Sinaga, CEO Bintang Medan FC, Dityo Pramono dan beberapa pejabat Pemko Medan dan Pemprovsu lainnya, serta ribuan para suporter PSMS.

Launching Bintang Medan meriah

Launching Bintang Medan meriah


(WOL Photo/Austin Antariksa)

MEDAN - Peluncuran skuad Bintang Medan 2011 yang digelar di Lapangan Merdeka Medan tadi sore berlangsung meriah. Meski sederhana, gelaran launching tim peserta Liga Primer Indonesia (LPI) itu cukup menarik antusias masyarakat Medan untuk hadir ke venue acara.

Perkenalan Bintang Medan ke masyarakat dimulai dengan arak-arakan di jalan dengan menggunakan odong-odong. Seluruh pemain termasuk pelatih Bintang Medan, Michael Feichtenbeiner dan asistennya Robert Roloefsen diangkut kendaraan yang merakyat itu mengelilingi jalan-jalan protokol di Medan.

Selanjutnya para pemain diperkenalkan di Lapangan Merdeka. Satu per satu pemain Bintang Medan diperkenalkan ke publik lengkap dengan kostum yang bertuliskan nama dan nomor punggung. Mulai dari Decky Ardian hingga legiun asing asal Tunisia Amin Kamoun.

Walikota Medan, Rahudman Harahap yang turut menghadiri launching, mengharapkan Bintang Medan dapat berprestasi di LPI dan mengharumkan nama Medan di kancah sepakbola nasional.

“Sebelumnya kita punya PSMS yang sudah menjadi ikon kota Medan. Namun belakangan prestasinya surut. Kita harapkan Bintang Medan dapat membawa nama Medan lebih harum lagi dan menghasilkan pesepakbola yang berpotensi,” ujarnya.

Sebelumnya CEO Bintang Medan, Dityo Pramono, mengharapkan kehadiran Bintang Medan dapat diterima dengan baik oleh masyarakat Medan. “Terutama untuk kelompok suporter kita harapkan mendukung perjuangan Bintang Medan di LPI,” ujarnya.

Senada Dityo, Pelatih Bintang Medan Michael Feichtenbeiner berjanji akan menampilkan permainan yang enak ditonton kepada masyarakat Medan. “Kita belum menargetkan prestasi, karena persiapan kita juga minim. Tapi kita akan berusaha memberikan penampilan maksimal dan tentu saja berusaha untuk menang. Tentunya kita butuh dukungan dari suporter,” tukas pelatih berkebangsaan Jerman itu.

Vice President LPI Regional Sumatera dan Aceh, Avian Tumengkol, berharap penyelenggaraan LPI di Medan dan zona sumatera lainnya dapat berlangsung sukses tanpa kendala. “Kita akan berusaha mensukseskan penyelenggaraan LPI di Sumatera khususnya Medan. Dan Bintang Medan serta Medan Chief diharapkan menciptakan iklim kompetisi yang sehat,” tukasnya.

Acara semakin meriah dengan kehadiran dua kelompok suporter PSMS, SMeCK Hooligan dan PSMS Medan Fans Club (PMFC). “Kita dukung PSMS di Divisi Utama dan Bintang Medan untuk LPI. Kita harapkan Bintang Medan mampu berprestasi,” ujar Ketua SMeCK Hooligan, Nata Simangunsong.

Gelaran launching ini juga turut dihadiri perwakilan Medan Chief Deli Serdang, peserta LPI asal Sumut lainnya. Meski telah lebih dulu menggelar launching di Lubuk Pakam, para pemain klub milik Sihar Sitorus ini juga diperkenalkan ke hadapan publik medan.

Selain perkenalan pemain, launching tadi sore turut diisi dengan penampilan band lokal, Wacacau Band, aksi freestyle Three Sixty Degree. Dua pemain Bintang Medan, Rudi Hartono dan Rahmat juga mau kalah dengan menampilkan aksi juggling bola.

Daftar skuad Bintang Medan:
Decky Ardian (1), Guntur Pranata (20), Dodi Rahwana (11), Sutiono (17), Romi Agustiawan (3), Dodi (18), Sugiono (5), Cosmin (9), Amien Kamoun (24), Faharuddin (26), Ruslan Samuel (4), Edho Welong (77), Yosep Ostanika (10), Heri Ikhsanto (12), Safri Juanda Ginting (15), Heri Suwondo (22), Sapari (14), Rahmad Dwi Adi (8), Rudi Hartono (7), Syamsul Bahri (30)

Sama-sama Gelap Strategi

Sama-sama Gelap Strategi


Jelang bentrok PSSB kontra PSMS, kedua pelatih mengaku tidak tahu kekuatan lawan. Jadi, strategi yang diterapkan masih gelap. Pelatih PSMS Suharto dan arsitek PSSB Bireuen Mulya Saputra tidak pernah tahu secara pasti kekuatan masing-masing tim lawan. Menurut Mulya, semenjak ditangani Suharto, dia tidak tahu seperti apa perkembangan PSMS.

“Terus terang saya buta kekuatan PSMS semenjak ditangani pelatih yang sekarang (Suharto) dan pelatih sebelumnya (Rudy W Keltjes). Suharto kan pelatih baru. Yang saya tahu kekuatan PSMS seperti apa ketika ditangani bang Zul (Zulkarnain Pasaribu), “ ujar Mulya kemarin.

Tapi menurutnya, hal tersebut tidak begitu berpengaruh pada pertandingan nanti. Yang terpenting saya melihat, seluruh pemain tidak ada masalah. Mereka siap mengamankan tiga poin menghadapi PSMS,” katanya lagi.

Sama dengan Mulya, Suharto juga tidak mengetahui secara rinci peta kekuatan tim berjuluk Laskar Batu Kureng tersebut. “Secara keseluruhan kami belum tahu kekuatan lawan. Hanya sedikit informasi yang sudah saya dapatkan,” kata Suharto. “Tidak baik hanya berbekal informasi, kita memilih fokus pada pertandingan tersebut, karena info kadang tidak benar,” sambungnya.

Diwarnai Keributan Suporter dan Tanpa Target

Diwarnai Keributan Suporter dan Tanpa Target


Dari Launching Kesebelasan Bintang Medan

Peluncuran skuad Bintang Medan 2011 yang akan berlaga di Liga Primer Indonesia, digelar di Lapangan Merdeka Kamis (20/1). Launching digelar sederhana, tapi cukup ramai. Sayang sekali, Bintang Medan belum berani berbicara target di kompetisi yang diharamkan PSSI itu.

Perkenalan Bintang Medan ke masyarakat dimulai dengan arak-arakan di jalan dengan menggunakan transportasi unik bernama odong-odong. Seluruh pemain termasuk pelatih Bintang Medan, Michael Feichtenbeiner (Jerman) dan asistennya Robert Roloefsen (Belanda) turut ikut naik odong-odong. Termasuk duo legiun impor Bintang Medan, Amin Kamoun (Tunisia) dan Cosmin Vancea (Rumania) turut naik odong-odong.

Selanjutnya para pemain diperkenalkan di Lapangan Merdeka. Satu persatu pemain Bintang Medan diperkenalkan ke publik lengkap dengan kostum yang bertuliskan nama dan nomor punggungnya. CEO Bintang Medan, Dityo Pramono, mengharapkan kehadiran Bintang Medan dapat diterima dengan baik oleh masyarakat Medan. “Terutama untuk kelompok suporter kita harapkan mendukung perjuangan Bintang Medan di LPI,” ujarnya.

Senada dengan Dityo, Pelatih Bintang Medan, Michael Feichtebeiner berjanji akan menampilkan permainan yang enak ditonton kepada masyarakat Medan. “Kita belum menargetkan prestasi, karena persiapan kita juga minim. Tapi kita akan berusaha memberikan penampilan maksimal dan tentu saja berusaha untuk menang. Tentunya kita butuh dukungan dari suporter,” tukas pelatih berkebangsaan Jerman itu.

Vice President LPI Sumatera dan Aceh, Avian Tumengkol berharap LPI di Medan dan zona sumatera lainnya dapat berlangsung sukses. “Kita akan berusaha mensukseskan penyelenggaraan LPI di Sumatera khususnya Medan. Bintang Medan dan Medan Chief diharapkan menciptakan kompetisi yang sehat,” tukasnya. Dua kelompok suporter PSMS, SMeCK Hooligan dan PSMS Medan Fans Club (PMFC) turut hadir. Sayangnya kedua kelompok fans malah baku hantam di tengah acara. Beruntung polisi sigap antisipasi keributan lebih parah. Tapi aksi itu cukup mencoreng wajah LPI.

Kamis, 20 Januari 2011

Bintang Medan target terbaik Sumatera

Bintang Medan target terbaik Sumatera

(WOL Photo/Hermansyah)

MEDAN - Bintang Medan FC akan berhadapan dengan Atjeh United FC dalam pertandingan perdananya pada ajang Liga Primer Indonesia (LPI) di Stadion Teladan Medan, Sabtu (22/1) nanti.

Tim asuhan Michael Feichtenbeiner (Jerman) dan asistennya Robert Roelofsen (Belanda) ini, dalam persiapan menjelang laga perdana tersebut mengaku belum sepenuhnya siap, khususnya dalam menetapkan skuad pemain. Robert mengatakan masih ada tiga posisi yang kosong.

"Ini terjadi karena kami benar-benar harus teliti dan hati-hati dalam menentukan pemain. Kami hanya mau merekrut yang terbaik," kata Roelofsen kepada Waspada Online, tadi malam.

Kedua pelatih asing ini mulai melatih Bintang Medan sejak tiga pekan lalu dan karena itu Roelofsen mengaku kesulitan mempersiapkan skuadnya secara utuh. "Tapi Michael dan saya tetap optimis akan menjadi salah satu tim unggulan. Setidaknya, kami targetkan menjadi tim terbaik di Sumatera," papar Roelofsen optimis.

“Secara strategi, kami fokus mematangkan pertahanan lini belakang dan tengah. Tentu, strategi menyerang menjadi perhatian utama, namun pertahanan akan lebih diperkuat untuk awal kompetisi,” tambah pria yang pernah mencicipi aroma Bundesliga itu.

Sementara itu, Pelatih Michael Feichtenbeiner, mengaku bahwa fisik dan mental pemain menjadi perhatian utama. "Karena cuaca di Indonesia panas dan tropis, tidak mudah bermain terutama pada jam dimana matahari masih terik. Saya pun berharap pertandingan-pertandingan LPI bisa dimainkan pada malam hari," kata mantan pelatih Stuttgart tersebut didampingi pemain belakang asal Tunisia, Amin Kamoun.

Terkait target Bintang Medan, Vice President LPI Regional Sumatera-Aceh, Avian Tumengkol, mengatakan bahwa duet pelatih Bintang Medan memang optimis para pemain mampu mengungguli Atjeh United, Kabau FC dan Medan Chiefs.

“Sejak melatih Bintang Medan, Michael dan Robert fokus mentalitas pemain di minggu-minggu awal. Baru setelah itu, pemain difokuskan latihan taktik, fisik dan strategi permainan. Kini, seluruh pemain menunjukkan perkembangan pesat,” terang Avian.

Avian menambahkan, tim pelatih Bintang Medan pun salut dengan semangat tinggi pemain lokal yang dinilai tak jauh berbeda dengan Amin Kamoun maupun Cosmin dari segi kemampuan. Malah, lanjut Avian, tim pelatih senang akan keseriusan Rudi Hartono cs selama masa persiapan tim.

Dikonfirmasi kepastian penjaga gawang asal Australia, Caleb Patterson, bersama Bintang Medan, Avian menjelaskan bahwa kemungkinan besar kiper yang kini memperkuat Miami FC di kompetisi Amerika (MLS) bakal bergabung kendati belum tampil di laga perdana pada 22 Januari nanti.

“Awalnya Bintang Medan hendak merekrut Aleksandar Vrteski, namun pemain yang bersangkutan akhirnya bergabung dengan Solo FC. Karena itu, perhatian beralih kepada Caleb yang memiliki tinggi 191 cm dan berkemampuan mumpuni sebagai kiper Bintang Medan nantinya,” papar Avian tentang Caleb Patterson yang juga pernah memperkuat New York Red Bulls, klub yang kini dibela mantan bintang Arsenal, Thierry Henry.

Feichtebeiner: Bintang Medan FC bakal ukir sejarah

Feichtebeiner: Bintang Medan FC bakal ukir sejarah


(WOL Photo/Hermansyah)

MEDAN - Ditengah deraan ragu dan picingan mata atas mutu Liga Primer Indonesia (LPI) berkiprah dalam pentas sepakbola nasional, pelatih Bintang Medan FC, Michael Feichtenbeiner, menyatakan Kota Medan dapat menjadi tonggak sejarah reformasi olahraga yang kerap dikultuskan sebagai agama tersebut.

"Laga kandang pertama besok (Kamis, 20/1) akan membuka mata penggemar sepakbola dalam negeri, bagaimana seharusnya manajemen sepakbola berjalan," ungkap pelatih berkebangsaan Jerman tersebut, tadi malam.

Sejumlah faktor, diakuinya, amat perlu dibenahi guna memajukan persepakbolaan Indonesia, khususnya Sumatera Utara.

"Persoalan pertama yang perlu mendapat perhatian ialah kualitas lapangan. Saya, termasuk banyak pelatih lainnya, pasti amat mendambakan sebuah game dengan aliran bola yang lancar tanpa terganggu isu teknis di atas lapangan," kata Feichtenbeiner.

Feichtenbeiner menyatakan, kurang menikmati laga PSMS yang sering terganggu permasalahan lapangan yang becek dan tak mendukung permainan cepat.

Namun, disyukurinya bahwa Medan bersama Solo serta beberapa kota yang ditunjuk bergabung ke dalam LPI telah memiliki lapangan yang layak untuk memuluskan strategi permainan yang telah dirancangnya.

"Kedua, ialah pengembangan talenta muda dari daerah setempat dengan serius. Meski terlihat sepele, namun roda generasi yang menjamin prestasi olahraga harus tetap dijamin melalui pembentukan akademi sepakbola di setiap klub," imbuh pria yang lebih senang disapa dengan nama depannya ini.

Dijelaskannya, pembinaan pemain muda di negara-negara Eropa adalah satu kelaziman. "Tidak memandang, apakah klub tersebut bermain di kompetisi tingkat atas, menengah maupun bawah, mereka harus menyediakan akademi sepakbola yang lengkap bagi bibit-bibit pemain potensial generasi muda.

"Yang dimaksud dengan 'lengkap' ialah memiliki sasana latihan fisik, kelas pembinaan mental, ruang konsultasi, dan lainnya," timpal Asisten Pelatih Robert Roloefsen, yang mendampingi Feichtenbeiner.

Meski menolak menyebutkan nama, kedua pengasuh klub Medan Bintang ini mengaku telah mengantongi dua pemain muda yang layak dipromosikan ke Tim Nasional. "Bahkan, sangat layak untuk membela beberapa klub sepakbola di Jerman," katanya.

"Saya tidak ingin menyebut nama mereka sekarang. Namun, bila jeli menonton pertandingan perdana besok, anda akan tahu pemain mana yang kami maksud," ucap Feichtenbeiner sembari tersenyum sumringah.

Menutup pembicaraan, dia menegaskan Indonesia semestinya sudah sejak dulu memiliki agenda besar dengan periode 10 tahun guna pengembangan sepakbola nasional.

"LPI, kini telah membentuk grand design selama 15 tahun. Sehingga, kita semua bisa tahu sasaran yang telah dicapai, dan sisi mana yang masih membutuhkan porsi perhatian lebih besar," ungkapnya.

Diakui Roloefsen, pada awal tahun pentas LPI, Medan Bintang kini tengah fokus pada pertandingan. "Namun, kita harapkan Medan Bintang FC dan klub-klub LPI lainnya akan membangun akademi sepakbola tahun depan," tukas asisten pelatih dari Belanda ini.

Jose Sebastian siap tampil

Jose Sebastian siap tampil


(WOL Photo/Austin Antariksa )

MEDAN - PSMS Medan akan tampil full team menghadapi tuan rumah PSSB Bireuen dalam lanjutan kompetisi Divisi Utama Liga Indonesia 2010/2011 di Stadion Cot Gapu, Jumat besok.

Skuad Ayam Kinantan dipastikan komplit minus Tri Yudha Handoko karena akan melakukan pernikahannya Minggu (23/1) nanti, sementara playmaker asal Argentina Jose Sebastian sudah sembuh dari sakitnya.

Sebelumnya dikhawatirkan pemain berusia 28 tahun itu tidak bisa turun menghadapi skuad asuhan pelatih Syaputra di laga kesembilan putaran pertama PSMS. Tapi, Jose mengaku sudah jauh lebih baik sehingga tidak ada alasan baginya untuk tinggal di Medan.

"Saya sudah lebih baik hari ini, tidak ada masalah. Saya hanya demam, mungkin kecapekan karena cuaca panas beberapa hari lalu," kata Jose ketika dikonfirmasi tadi sore.

Mantan pemain Persibom Bolang Mangondow itu memang terlihat bersemangat dan termotivasi. Dari ekspresi wajahnya tidak terlihat baru pulih, hanya mata yang sayu dan badan sedikit kurus. "Ya, mungkin berat badan saya turun, dua hari saya memang tidak selera makan," jelasnya.

Menanggapi penampilannya saat timnya menghadapi PSSB, pria lajang itu mengaku siap untuk menghadapi tuan rumah. "Kalau pelatih kasih saya kesempatan, saya siap," tegas pemilik nomor 22 di skuad PSMS itu.

Dikonfirmasi terkait kondisi Jose, dr Rorywansyah Pane membenarkan kesembuhan sang pemain. "Jose sudah pulih. Kemungkinan untuk main melawan Bireuen juga sudah siap, tapi keputusan tetap di tangan pelatih," kata Rory.

Rombongan yang dipimpin Asisten Manajer Tim Drs Benny Tomasoa dengan kekuatan 20 pemain berangkat ke Bireuen menggunakan bus dari mes Kebun Bunga sekitar pukul
11.00 WIB tadi.

Sebelum bertolak ke Kota Juang, rombongan pemain sempat gusar atas pemberitaan di salah satu harian di Medan edisi Rabu karena menyebutkan playmaker Jose Sebastian terkena demam berdarah (DBD). Spontan, dr Rory pun melabrak oknum wartawan tersebut.

Dalam berita tersebut dikatakan Jose mengidap DBD setelah si wartawan mengkonfirmasi dokter tim yang namanya juga tidak tercantum. “Padahal dia tidak menanyakan hal itu dan saya juga tidak pernah bilang Jose kena DBD. Itu kan pembohongan publik!" papar dr Rory kesal.

"Saya kena DBD? Yang benar itu saya punya DVD dan saya tonton tiap hari di mes pemain," tukas Jose sambil tertawa.

Rabu, 19 Januari 2011

PSMS Junior buka asa

PSMS Junior buka asa


(WOL Photo/Austin Antariksa)

MEDAN - Laga perdana 16 besar Piala Suratin U-18 sukses diawali PSMS Junior dengan kemenangan. Tadi sore di Stadion Tugu Jakarta, PSMS Jr memupus harapan Persepak Payakumbuh 2-0.

Sejak awal, PSMS Jr tampil agresif. Gempuran yang dimotori kapten tim, Madya Siregar, menghasilkan lima peluang emas namun gagal dimaksimalkan menjadi gol. Dukungan 200 suporter PSMS Fans Club (PFC) semakin melecutkan semangat anak-anak Medan.

Di babak kedua. PSMS Jr tampil lebih baik. Memanfaatkan mentalitas pemain Payakumbuh yang melemah, Julius sukses melesakkan gol perdana lima menit di awal babak kedua. Unggul satu gol membuat PSMS lebih terbakar.

Alhasil, menit 70 kapten Madya SIregar menutup manis keunggulan timnya dengan menciptakan gol kemenangan PSMS Jr. Kemenangan perdana ini mengantarkan skuad Kinantan muda menjadi pemuncak klasemen sementara di Grup B dengan tiga poin. Mereka disusul Villa 2000 Bandung yang sebelumnya sukses menekuk PSIS Semarang 5-4

Pelatih PSMS Jr Iwan karo-Karo saat dikonfirmasi mengaku bangga dengan semangat tim asuhannya. Tampil di luar tidak membuat Madya Siregar cs ciut nyali. “Kemenangan ini tentunya harus disyukuri. Mental pemain akan semakin baik menghadapi laga berikutnya Kamis lusa,” ujar Iwan.

Daya juang pemain yang tak kenal lelah menjadi pemicu kemenangan tersebut. Dia menyebutkan, penyisihan Piala Suratin beberapa waktu lalu sukses membentuk mental pemain untuk tampil total pada pertandingan kemarin.

“Kalau dari segi permainan, tim kami dan lawan sama-sama tampil menyerang. Permainan relatif berimbang. Tapi anak-anak menang semangat, itu yang menjadi keunggulan kami,” sebutnya menambahkan satu hal menjadi catatan khusus iwan untuk dibenahi.

“Terus terang, finishing pemain masih kurang. Ada beberapa peluang emas yang gagal dimaksimalkan. Itulah yang akan menjadi evaluasi kami menghadapi pertandingan selanjutnya,” sebut eks stopper PSMS dan Medan Jaya era 1980-an ini.

Manejer PSMS Jr bantah tudingan

Manejer PSMS Jr bantah tudingan


MEDAN - PSMS Jr hadir kembali di tengah dahaga prestasi yang melanda sepakbola Medan. Tak tanggung-tanggung, babak 16 besar sukses dicapai tim asuhan Iwan Karo-karo ini.

Namun, kabar tak sedap saat ini sedang melanda Ayam Kinantan junior. Dalam hal ini menyangkut manejer PSMS Jr Alexander Gho.

Alex dituduh korupsi atas penerimaan sumbangan dana dari orang tua pemain.

Pemanggilan 20 pemain yang saat ini diterbangkan ke Jakarta, dikarenakan balas jasa atas sumbangan tersebut. Sementara orangtua pemain yang tidak memberikan sumbangan, anaknya tidak diberangkatkan.

Alex juga dituding tidak pernah melaporkan keberangkatan tim kepada pengurus PSMS. Menanggapi tudingan tersebut, Alexander Gho mengaku terkejut.

Menurutnya, sumbangan keluarga pemain tersebut dilakukan atas kemauan keluarga pemain sendiri tanpa ada paksaan. “20 pemain itu boleh ditanya. Sumbangan itu atas dasar rasa simpatik mereka. Pemilihan pemain atas dasar prestasi pemain itu, bukan hal lain. Ini murni kebutuhan tim,” kata Alexander ketika dikonfirmasi, malam ini.

Selain itu bantuan dari Ketum PSMS, Dzulmi Eldin, yang dikabarkan sudah diterimanya juga dibantah. “Ketum pernah bilang untuk memberikan bantuan untuk tim ke Jakata. Tapi karena masih sibuk, bantuan itu belum kami terima,” ungkap pria yang biasa disapa Alex itu.

Begitu juga dengan keberangkatan tim sebelumnya ke Padang dan Banyuasin Sumatera Barat, begitu juga dengan keberangkatan ke Jakarta, pihaknya mengaku tetap berkomunikasi dengan Wakil Walikota Medan itu.

“Logikanya, kalau kami tidak melaporkan kepada ketum, mana mungkin bantuan pribadi beliau kami terima. Itu hanya akal-akalan orang yang tidak suka sama kami saja. Sebenarnya saya tidak mau memikirkan hal itu, tapi biar jelas semuanya,” kata wiraswasta itu.

Menurut Alex, hal itu merupakan tudingan terhadap orang-orang yang tidak bertanggung jawab dan merusak keutuhan tim. “Dari awal, pembentukan tim sesuai dengan kebutuhan tanpa ada campur tangan dari pihak manapun. Biasa pro-kontra. Ada yang mungkin keluarganya tidak masuk di PSMS Jr, dia kecil hati sehingga berbuat seperti ini,” sebutnya.

Sementara Pentolan PSMS Fans Club Jakarta, supporter yang mendukung perjuangan PSMS di Jakarta menuding pengurus kurang perhatian kepada PSMS Jr. Bak anak tiri, perjuangan PSMS Jr hanya sedikit membawa uluran tangan manejer.

“Salah seorang pentolan PFC pernah mengonfirmasi Idris terkait keberangkatan PSMS Jr ke Jakarta. Idris malah menyatakan, kalau PSMS Junior tidak punya dana, ya tidak usah berangkat. Itu kan tidak betul. Seharusnya sebagai pengayom di PSMS, dia tidak layak berkomentar seperti itu,” ujar Ronald.

Cosmin Rawan, Amin Aman

Cosmin Rawan, Amin Aman


Meski akan segera melakoni laga perdana di Liga Primer Indonesia (LPI), skuad Bintang Medan masih belum komplet. Seleksi pemain asing masih berlanjut, dan belum ada kepastian soal kontrak.

Kabarnya hanya bek jangkung asal Tunisia, Amin Kamoun yang sudah diikat kontrak. Sedangkan nasib Cosmin, Maxi Badell dan seorang penyerang asal Brasil, Cayo, belum pasti.

“Saya butuh waktu untuk menentukan siapa yang akan saya rekrut,” kata Michael Feichtenbeiner, pelatih Bintang Medan asal Jerman.

Michael sepertinya harus benar-benar jeli merekrut striker yang dibutuhkannya dalam tim. Penampilan Cosmin asal Rumania yang sudah seminggu berada dalam tim belum menunjukkan performa terbaiknya. Dalam dua kali laga uji coba (kontra Gumarang dan Pro Titan-red), ia belum sekalipun mencetak gol. Padahal cukup banyak peluang emas yang diperolehnya.

“Saya tahu kualitas Cosmin. Dia salah satu pencetak gol subur di liga negaranya. Dan ingat dia bermain di Eropa. Tapi mungkin dia memang tidak sedang berada di top levelnya,” tambahnya.

Analisis sementara Michael, para pemain asing masih sering bermasalah dalam komunikasi dengan pemain lain. Hal itu yang menyebabkan adaptasi akan lebih lama. “Komunikasi pasti jadi masalah tersendiri,” ujarnya.